Santriwati Wonosobo Didorong Bisa Menjadi Enterpreneur , Jangan Terburu-buru Menikah Muda
Berita
admin 07 Jul 2022
5

Santriwati Wonosobo Didorong Bisa Menjadi Enterpreneur , Jangan Terburu-buru Menikah Muda

Dalam rangka mewujudkan cita-cita Wonosobo yang Baldatun Tayyibatun Wa Robbun Ghofur, santri diharapkan menjadi salah satu motor penggeraknya."Dalam hal ini santri sepatutnya mampu membangun stigma positif, bahwa santri tidak hanya pandai mengaji serta pandai ilmu agama, akan tetapi santri juga mampu berperan dalam pembangunan," hal itu diungkapkan Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar ketika membuka Pelatihan Bordir bagi Santriwati di Pondok Pesantren Al Anwar Jawar, 4 Juli 202.Agenda Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Wonosobo yang diharapkan Wabup bisa memberikan skill tambahan selain yang diajarkan di ponpes.“Saya memberikan apresisasi positif dengan dilaksanakannya Pelatihan Bordir bagi Santriwati di Pondok Pesantren Al Anwar-Jawar, dengan pelatihan ini saya harapkan santriwati memiliki ketrampilan tambahan, yang nantinya akan bermanfaat saat terjun di masyarakat”, pungkas Drs. H. Muhammad Albar, MM.Dalam sambutannya, Waki Bupati berharap kepada dinas dan instansi tekhnis terkait, untuk terus memberikan pembekalan soft skill dan life skill kepada santri-santriwati di Kabupaten Wonosobo.“Saya berharap upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupate  Wonosobo, melalui dinas dan instansi tekhnis terkait untuk memberikan pembekalan soft skill dan life skill untuk terus dilakukan, tidak hanya berhenti pada ketrampilan jahit-menjahit atau sampai dengan bordir saja, akan tetapi saya harap ketrampilan yang diberikan dapat bervariasi menyesuaikan perkembangan teknologi dan informasi serta trend perkembangan ekonomi saat ini seperti: ketrampilan komputer, desain grafis bahkan apabila memungkinkan pelatihan barista, mengingat per-kopian dan penikmat kopi saat ini sedang trend," ungkap Gus Albar.Dengan penguasaan ilmu agama dan ketrampilan yang baik diharapkan santri-santriwati ke depan setelah lulus tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu Santriwati diharap akan mampu menjadi enterpreneur-enterpreneur Islami yang berhasil serta mampu berperan serta dalam mengurai permasalahan yang dihadapi terkait kebutuhan ekonominya.“Saya berharap mimpi saya dapat terwujud, ke depan akan semakin banyak lahir enterpreneur-entepreneur Islami, yang dengan ketrampilan dan kedalaman pendidikan agamanya memiliki kepedulian terhadap lingkungam sekitarnya serta kesadaran akan zakat, shodaqoh dan infaq, sehingga mampu berperan serta dalam mengurai permasalahan kemiskinan maupun stunting di Kabupaten Wonosobo," imbuh Wabup Albar.Albar juga berpesan kepada santri-santriwati untuk tidak balapan atau cepat-cepat menikah dan turut mensukseskan Program Pemerintah terkait pernikahan dini.“Saya berpesan kepada seluruh santri-santriwati, ojo podo balapan mbojo dan mensuksekan program pemerintah untuk menekan pernikahan dini, tentunya ada dasar pemerintah membuat aturan minimal usia menikah 20 tahun, sudah melalui kajian yang panjang, jadi untuk santri-santriwati yang sudah siap menikah siapkan segalanya, siapkan ekonomi dan ketrampilan, siapkan mental dan yang tak kalah penting adalah kesehatan," pesan Wabup.Pada kesempatan yang sama dalam laporannya Utik Retno, SE, Kepala Bidang Pembinaan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo menyampaikan, bahwa Pelatihan Bordir bagi Santriwati Pondok Pesantern Al Anwar-Jawar adalah salah satu bentuk perluasan kerja.“Pelatihan Bordir bagi Santriwati Pondok Pesantren Al Anwar merupakan 5 dari pondok pesantren di Kabupaten Wonosobo yang pada tahun 2022 ini mendapatkan pelatihan, dimana Pelatiha Bordir menjadi pilihannya dan tiap pondok pesantren berbeda-beda jenis pelatihannya sesuai dengan kemauan santri-santriwati, sebagai salah satu upaya untuk membuka peluang usaha serta kesempatan kerja bagi santri-santriwati”, kata Utik Retno.(Sumber: https://kabarwonosobo.pikiran-rakyat.com)

Kolaborasi Perkuat SDM Pramuwisata di Kawasan Wisata Margomarem
Berita
admin 23 Jun 2022
10

Kolaborasi Perkuat SDM Pramuwisata di Kawasan Wisata Margomarem

Kawasan Wisata Margomarem merupakan satu dari lima kawasan baru yang dipersiapkan sebagai Kawasan Wisata Dieng Baru. Kawasan ini meliputi Desa Maron, Tlogo, Mlandi, Larangan Lor, dan Menjer yang terletak di Kecamatan Garung. Kawasan ini memang sudah dikenal dengan Telaga Menjer, Bukit Seroja dan Bukit Cinta yang mempunyai daya tarik wisatawan untuk berkunjung kesini. Namun demikian, peningkatan sumber daya manusia pelaku pariwisata, khususnya pramuwisata menjadi bagian yang penting demi keberlanjutannya kegiatan pariwisata di Kawasan ini.UPTD Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo bekerja sama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Wonosobo dan juga Pengelola Kawasan Margomarem melaksanakan pelatihan Tour Guide. Pelatihan ini merupakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Mobile Training Unit (MTU) yang menggunakan anggaran APBN dari Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang.Pembukaan pelatihan telah dilakukan pada Rabu, 22 Juni 2022 dan akan berlangsung selama 23 hari atau setara dengan 180 JP sampai dengan 22 Juli 2022. 16 peserta yang mengikuti pelatihan ini, sangat diharapkan bisa memberi warna bagi peningkatan dan kemajuan pariwisata di kawasan ini. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo Prayitno, menyampaikan akan pentingnya menjadi pramuwisata atau pemandu wisata yang tidak biasa saja, tetapi luar bisa. Luar biasa ini dikarenakan mempunyai tampilan, sikap, kepribadian dan juga nilai profesionalitas yang lebih dalam memandu wisatawan pada k wisata yang ada.Hal senada juga ditekankan oleh Ketua DPC HPI Wonosobo, Salim Bawazir. “Karena pemandu wisata adalah profesi maka kita harus professional dan tidak langsung berorientasi kepada materi semata. Dalam memandu wisatawan juga harus jujur, bilamana belum mengetahui akan sesuatu yang ditanyakan oleh wisatawan”, ungkapnya. [Has]

Berikan Alternatif Usaha bagi Buruh Tani Tembakau dengan Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian
Berita
admin 23 Jun 2022
7

Berikan Alternatif Usaha bagi Buruh Tani Tembakau dengan Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian

Bidang Pelatihan, Produktivitas dan Perindustrian Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi kembali menyelenggaran pelatihan bagi buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok. Pengolahan Hasil Pertanian menjadi pilihan pelatihan yang diselenggarakan untuk dapat mengingkatkan nilai ekonomis hasil pertanian yang bukan tembakau. Dimana hasil dari pelatihan ini adalah aneka jajanan dari bahan local dan aneka keripik.Pelatihan ini dilaksanakan di tiga tempat yang berbeda, yaitu: Desa Lengkong Kecamatan Garung, Desa Purwojati Kecamatan Kertek dan Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar. Adapun jumlah peserta tiap-tiap lokasi sebanyak 20 orang, dimana mereka adalah buruh tani tembakau atau keluarganya.Kegiatan ini diharapkan menjadi alternatif usaha bagi buruh tani temabakau atau keluarganya, agar tidak hanya bergantung dari tanaman tembakau semata. Sehingga setelah pelatihan selesai maka para peserta juga akan melanjutkan mengasah kemampuan membuat jajanan atau keripik yang sudah diajarkan oleh para instruktur. [Has]

Pembuatan Roti dengan Bahan Mocaf
Berita
admin 22 Jun 2022
7

Pembuatan Roti dengan Bahan Mocaf

Di hari ketiga pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Mobile Training Unit (MTU) Pengolahan Hasil Pertanian yang dilaksanakan di Desa Slukatan, peserta berlatih membuat roti sosis keju dan coklat pisang keju yang bahannya bukan hanya dari tepung terigu, tetapi menggunakan mocaf. Mocaf merupakan produk tepung dari singkong yang termodifikasi. Modifikasi singkong pada mocaf dilakukan dengan cara fermentasi oleh bakteri asam laktat. Fermentasi yang dilakukan mengubah karakteristik tepung sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk pangan.Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 18 hari atau 140 jam pelatihan, yang baru dibuka pada Senin, 20 Juni 2022. Dilaksanakan di Desa Slukatan Kecamatan Mojotengah karena selain desa ini termasuk desa kemiskinan ekstrim juga karena potensi hasil bumi berupa penghasil singkong, ketela dan sayuran. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan warga desa untuk mengolah hasil pertaniannya agar bisa menjadi produk yang bernilai ekonomis lebih tinggi. Selain itu, sangat dimungkinkan olahan mocaf ini menjadi oleh-oleh para wisatawan ketika berkunjung ke Kabupaten Wonosobo.Peserta yang mengikuti pelatihan ini, berasal dari 3 dusun yang berada di Desa Slukatan yaitu: Dusun Silandak, Bismo dan Skulatan yang berjumlah 16 orang. Sedangkan instruktur yang mengajar pada pelatihan ini adalah instruktur dari UPTD Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo. Walaupun harus berjuang menuju desa yang berada di kaki lereng Gunung Bismo ini, para instruktur sangat antusias untuk memberikan materi agar para peserta bisa kompeten pada bidang yang diajarkan. Sedangkan peserta pun sangat antusias mengikuti pelatihan ini, guna meningkatkan kemampuan atau kompetensi pengolahan hasil pertanian sehingga akan meningkatkan kesejahteraan bagi dirinya atau keluarganya.

Berdayakan Santri Ponpes dengan Keterampilan Las dan Komputer
Berita
admin 13 Jun 2022
4

Berdayakan Santri Ponpes dengan Keterampilan Las dan Komputer

Dalam upaya merealisasikan Misi ke-3 RPJMD Kabupaten Wonosobo tahun 2021-2026, “mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul berkarakter religius, berbudaya, kreatif, inovatif, melalui penyelenggaraan pendidikan komprehensif yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat berbasis kearifan lokal dan perkembangan teknologi modern”.Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi berupaya untuk meningkatkan kompetensi 40 santri Pondok Pesantren Darussalam Kertek dan Darunnajah Kepil dengan memberikan pelatihan komputer dan las. Pelatihan komputer tersebut sedang dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan 14 Juni 2022 atau selama 7 hari. Sedangkan, pelatihan las dilaksanakan di Ponpes Darunnajah Kepil selama 7 hari juga pada tanggal 8 sampai dengan 15 Juni 2022.Kegiatan ini merupakan kegiatan yang didanai oleh APBD Kabupaten Wonosobo dengan nama kegiatan Pelatihan Keterampilan dan kewirausahaan melalui pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Dimana output dari pelatihan TKM ini adalah peserta akan mampu mengoperasikan Microsoft Office untuk pelatihan Komputer dan menguasai teknik las dasar dan membuat tratag untuk pelatihan las.Dalam pembukaan kegiatan TKM tersebut, Bapak Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar menyampaikan bahwa, “Peserta harus menyikapi kehadiran pemerintah dalam memberikan hak – hak warga dengan mengikuti pelatihan secara baik sehingga dapat mempunyai keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kemandirian ekonomi”.  [Has]Dalam upaya merealisasikan Misi ke-3 RPJMD Kabupaten Wonosobo tahun 2021-2026, “mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul berkarakter religius, berbudaya, kreatif, inovatif, melalui penyelenggaraan pendidikan komprehensif yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat berbasis kearifan lokal dan perkembangan teknologi modern”.Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi berupaya untuk meningkatkan kompetensi 40 santri Pondok Pesantren Darussalam Kertek dan Darunnajah Kepil dengan memberikan pelatihan komputer dan las. Pelatihan komputer tersebut sedang dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan 14 Juni 2022 atau selama 7 hari. Sedangkan, pelatihan las dilaksanakan di Ponpes Darunnajah Kepil selama 7 hari juga pada tanggal 8 sampai dengan 15 Juni 2022.Kegiatan ini merupakan kegiatan yang didanai oleh APBD Kabupaten Wonosobo dengan nama kegiatan Pelatihan Keterampilan dan kewirausahaan melalui pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Dimana output dari pelatihan TKM ini adalah peserta akan mampu mengoperasikan Microsoft Office untuk pelatihan Komputer dan menguasai teknik las dasar dan membuat tratag untuk pelatihan las.Dalam pembukaan kegiatan TKM tersebut, Bapak Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar menyampaikan bahwa, “Peserta harus menyikapi kehadiran pemerintah dalam memberikan hak – hak warga dengan mengikuti pelatihan secara baik sehingga dapat mempunyai keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kemandirian ekonomi”.  [Has]

Peningkatan Kompetensi Menjahit bagi Buruh Petani Tembakau
Berita
admin 08 Apr 2022
5

Peningkatan Kompetensi Menjahit bagi Buruh Petani Tembakau

Berdasarkan PMK No. 215 tahun 2022 tentang Penggunaan, Pematauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo melaksanakan pelatihan bagi buruh petani tembakau di Desa Reco Kecamatan Kertek. Pelatihan yang dilaksanakan selama 10 hari tersebut (23 Maret s/d 01 April 2022) bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guna meningkatkan kesejahteraan warga daerah penghasil tembakau. Keterampilan yang dimaksud adalah keterampilan menjahit pakaian. Hal ini tentunya juga didasari bahwa pakaian merupakan kebutuhan pokok yang harus terpenuhi bagi setiap manusia.Dibimbing oleh narasumber berpengalaman, 20 orang warga desa yang berbatasan dengan Kabupaten Temanggung ini berkesempatan untuk mengoperasikan mesin jahit dan kemudian membuat pola serta menjahitnya menjadi pakaian. Narasumber tersebut adalah Fitri Nuryanti dan Budiono. Narasumber memberikan materi teori yang kemudian dilanjutkan dengan praktek, sehingga para peserta akan lebih cepat menguasi keterampilan yang diajarkan.Baik Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo Prayitno, maupun Kepala Bidang Pelatihan, Praduktivitas dan Perindustrian Firman Cahyadi merasa bahwa pelatihan ini adalah ikhiar pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Reco. “Tentunya setelah selesai pelatihan menjahit ini, Ibu-Ibu semuanya harus mempraktekkan kembali apa yang telah didapat selama pelatihan agar keterampilan yang didapat bisa bermafaat. Minimal untuk menjahit pakaian sendiri, syukur bisa langsung menerima pesanan dari warga yang lainnya”, ujar Prayitno.  (Has)