SKM 2022
Berita
admin 26 Mar 2022
0

SKM 2022

-Survey Kepuasan Masyarakat 2022Turut serta membangun pelayanan dengan berpartisipasi dalam survey kepuasan masyarakat:https://s.id/SKMWSB2022

Penumbuhan IKM, Kementerian Perindustrian Gelar Bimtek Wirausaha Baru IKM
Berita
admin 11 Mar 2022
6

Penumbuhan IKM, Kementerian Perindustrian Gelar Bimtek Wirausaha Baru IKM

Dalam rangka penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Wonosobo, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo melaksanakan Bimbingan Teknis wirausaha baru IKM.Bimbingan teknis itu meliputi beberapa bidang termasuk pengolahan kopi, pembuatan baju muslim, pengolahan kerajinan limbah kayu, pengelasan dan reparasi peralatan rumah tangga.Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari dimulai pada Sabtu, 4 Maret sampai 9 Maret 2022 yang bertempat di UPTD Balai Latihan Kerja Kabupaten Wonosobo. Kegiatan itu diikuti oleh 100 peserta dari wilayah Kabupaten Wonosobo.Selain materi teknis pada tiap-tiap bidang juga disampaikan materi umum tentang kewirausahaan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi, perijinan usaha dari DPMPTSP Kabupaten Wonosobo dan perbankan dari Bank Jateng Cabang Wonosobo.Agenda penutupan Bimtek dilaksanakan pada hari Rabu (09/03/2022), diisi dengan ucapan terima kasih dari peserta diwakili oleh Muhasan atas apa yang telah dilaksanakan oleh kementerian terhadap kebutuhan masyarakat. "Terima kasih atas kesempatan sehingga mempunyai banyak ilmu teknis tentang reparasi peralatan rumah tangga, dengan harapan ada lanjutan atas bimtek ini", tutur Muhasan asal Desa Perboto tersebut.Ucapan terimakasih juga disampaikan oleh perwakilan dari bidang pelatihan lain seperti dari pengolahan kerajinan limbah kayu hingga pengolahan kopi. “Dengan bekal keterampilan bisa menghidupi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Instruktur yang sabar membimbing. Sudah ada lapak di pasar wisata, sedangkan kebutuhan yang urgen adalah peralatan”, ujar perwakilan dari pengolahan kerajinan limbah kayu. Perwakilan dari pengolahan kopi, sangat terkesan dengan pengolahan kopi bisa menjadi berbagai mana rasa dan warna yang berbeda-beda. Perwakilan dari pembuatan baju Muslim mengatakan, “Ada pengalaman baru, ilmu baru, teman baru dan tentunya baju baru”.Perwakilan dari bidang pengelasan juga menyampaikan bahwa dasar pengelasan yang sudah didapat, insyaallah akan bisa diterapkan dalam membangun usaha industri pengelasan di daerah Wonosobo. “Sebetulnya 5 hari sangat singkat bagi kami, karena dalam dunia pengelasan banyak sekali ilmunya. Kami sangat beruntung mendapatkan Instruktur yang mau berbagi dengan sepenuh hati, juga meluangkan waktunya sampai sore, melebihi waktu yang dijadwalkan," ujar perwakilan dari pengelasan. Pada kesempatan itu, perwakilan dari Kementerian Perindustrian menyampaikan permintaan maaf atas keterbatasan waktu dan kekurangan-kekurangan dalam Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM tersebut.Pihak kementerian menyampaikan harapan bahwa peserta setelah ini langsung mengimplementasikan dalam bentuk IKM sebagai mana bidang masing-masing. “Terima kasih atas kehadiran sahabat semua peserta, karena dengan kehadiran ini menjadikan bagian dari usaha pemerintah untuk menjadikan IKM yang unggul. Tali silaturahmi menjadi penting, karena setiap orang mempunyai perannya masing-masing. Teknologi menjadi sarana untuk membantu manusia memenuhi kebutuhan nya”, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Prayitno.

Hanya 10% Pendaftar yang Diterima sebagai Peserta PBK
Berita
admin 07 Mar 2022
5

Hanya 10% Pendaftar yang Diterima sebagai Peserta PBK

Bertempat di Aula UPTD Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo telah dilaksanakan Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) untuk program pelatihan Pembuatan Roti dan Kue, Barista, Content Creator, Desainer Grafis Muda dan Menjahit Pakaian Wanita Dewasa. 80 Peserta yang menghadiri acara pembukaan tersebut merupakan hasil rekrutmen dan seleksi dari 827 pendaftar. Dimana Pembuatan Roti dan Kue sebanyak 234 orang pendaftar, Barista ada 154 pendaftar, Desainer Grafis Muda sebanyak 116 dan Content Creator sejumlah 114 pendaftar, serta Menjahit Pakaian Wanita Dewasa sebanyak 209 pendaftar. Sebagai seleksi atas banyaknya pendaftar tersebut, BLK melakukan Tes Potensi Akademik dan Tes Wawancara sehingga menghasilkan 80 peserta tersebut.Kepala BLK melaporkan bahwa, PBK yang dilaksanakan ini dimulai pada hari Senin (07/03/2022) untuk waktu yang berbeda-beda sesuai dengan lama jam pelatihannya. “Program PBK Pembuatan Roti dan Kue akan dilaksanakan selama 140 JP atau 18 hari kerja, Barista selama 180 JP atau 23 hari sedangkan Desainer Grafis Muda, Content Creator dan Menjahit Pakaian Wanita Dewasa akan dilaksanakan selama 260 JP atau 33 hari.” Jelasnya. Sangat diharapkan kepada seluruh peserta PBK untuk bisa mengoptimalkan waktu yang ada untuk meningkatkan kompetensi sesuai dengan bidangnya masing-masing.Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas dan Perindustrian Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi, Firman Cahyadi mengajak agar peserta merasa bersyukur atas capaian-capaian yang telah dilalui oleh peserta semuanya sehingga bisa menjadi peserta PBK, karena tidak semua orang akan mempunyai kesempatan untuk ikut dalam acara ini. Bila dilihat dari sisi peserta maka pelatihan ini adalah gratis, tapi pada kenyataannya PBK ini tidaklah gratis, tetapi sudah dibiayai oleh APBN. Sebagai bukti kehadiran negara atas permasalahan kompetensi tenaga kerja Indonesia. “Mari teman-teman peserta semuanya untuk menumbuhkan motivasi, passion, niatnya dalam mengikuti pelatihan demi kesejahteraan pribadi masing-masing atau masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Upgrade Kompetensi, Jajaran Instruktur BLK Wonosobo Jalani Workshop Metodologi
Berita
admin 10 Feb 2022
6

Upgrade Kompetensi, Jajaran Instruktur BLK Wonosobo Jalani Workshop Metodologi

Dalam upaya meningkatkan  kapasitas, jajaran instruktur yang mengajar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonosobo, mengikuti Workshop Metodologi PBK. Berlangsung sejak Rabu (9/2), workshop ini bakal berakhir pada Jum’at, 11 Februari 2022. Peserta workshop terdiri dari seluruh instruktur ASN di BLK Wonosobo dan beberapa instruktur non-ASN yang akan mengajar Barista, Desain Grafis maupun Content Creator. Adapun instruktur atau narasumber dalam workshop ini adalah Dwi Nugroho dan Arif Fianto, yang merupakan Tim Metodologi Balai Besar Pengambangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang. Materi metodologi yang akan disampaikan adalah, Menyusun Lesson Plan, Micro Teaching dan Teknik Evaluasi Pelatihan.Dalam sambutan pembukaannya, Wahid Hasim, M.Eng selaku Kepala UPT BLK menyampaikan bahwa kondisi pelaksanaan PBK saat ini belum sepenuhnya menganut prinsip dasar PBK, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor 8 Tahun 2014. “Kondisi saat ini pelatihan masih model klasikal, dimana peserta akan bersamaan mulai dan berakhir pada hari yang sama, sedangkan seharusnya pelatihan PBK berpusat pada peserta pelatihan dan bersifat individual, sehingga sangat memungkinkan untuk peserta yang telah mencapai kompetensi bisa menyelesaikan pelatihannya sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan”, ujarnya.Sementara pada materi pertama, Dwi Nugroho mengingatkan akan pentingnya pelatihan metodologi bagi seorang instruktur. “Instruktur bukan hanya orang yang memikili kemampuan teknis pada bidang tertentu, tetapi juga harus mempunyai kompetensi metodologi yang akan berguna dalam menyampaikan atau mengajarkan pengetahuan, keterampilan dan sikapnya kepada peserta pelatihan”, rinci Instruktur Ahli Muda yang juga Asesor Kompetensi tersebut.

Ikuti Eskalasi Start Up 2021, 20 Wirausahawan Baru Tambah Semangat Kembangkan Usaha
Berita
admin 12 Dec 2021
5

Ikuti Eskalasi Start Up 2021, 20 Wirausahawan Baru Tambah Semangat Kembangkan Usaha

Kelas Eskalasi start up yang diselenggarakan UPTD Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Transmigrasi (Disnakertrans), resmi ditutup pada Rabu (08/12/20210 malam. Diikuti sedikitnya 20 pengusaha, kegiatan yang dilaksanakan sejak 30 Agustus 2021 itu ditujukan untuk  menumbuhkembangkan semangat wirausaha sehingga akan lahir startUp baru di bidang fashion, olahan pangan, dan desain grafis. Kepala UPTD BLK Kabupaten Wonosobo, Firman Cahyadi, saat ditemui seusai acara penutupan di Dewani View Kertek, menyebut sejak tahun 2020 sampai dengan 2024 pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prioritas utama pihaknya sebagai upaya untuk melahirkan SDM berkualitas dan berdaya saing.“Dunia usaha dan dunia industri terus bergerak dengan percepatan, terus mengalami perubahan  yang semakin hari semakin cepat. Semua pihak, termasuk di dalamnya pemerintah harus mampu melihat dan membaca arah perubahan ini,” katanya. Diakui Firman, pihaknya terus melakukan transformasi peran dan kemampuan BLK dalam memberi kontribusi bagi peningkatan ekonomi di Kabupaten Wonosobo,  yang berorientasi pada pengembangan wirausaha sesuai dengan potensi lokal. Firman mengaku Disnakertrans Kabupaten Wonosobo juga menawarkan kepada peserta yang tidak meengikuti penyelenggaraan pelatihan wirausaha sebelumnya, untuk dapat berfokus pada atmosfer pelatihan yang kondusif bagi lahir dan tumbuhnya karakter wirausaha, coaching dan metoring. Di kelas  StarUp, Firman menyebut telah ada Tim Perumus Inkubasi Bisnis dari Dinas Tenaga Kerja, perindustrian dan Transmigrasi, yang terdiri dari kalangan akademisi, bisnis, government, dan komunitas.Lebih lanjut, Firman mengaku optimis StartUp ini akan mampu memberi kontribusi nyata bagi lahir dan berkembangnya sumberdaya manusia di Kabupaten Wonosobo, khususnya angkatan kerja muda yang terampil, kreatif, dan produktif. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terus mendorong lahirnya angkatan kerja yang mempunyai kemampuan skill yang memadai, berkarakter unggul, dan kemampuan serta semangat menggebu untuk mengembangkan usaha dan potensi unggulan daerah, sehingga memberi kontribusi nyata bagi pengembangan perekonomian di Kabupaten Wonosobo,” tandasnya.Selaras dengan Firman, Dwi Sukatman, salah satu mentor kegiatan tersebut juga mendorong wirausahawan baru untuk selalu terus belajar dan berjuang. Menurut Dwi, setiap mentor mempunyai keunggulan masing-masing, para peserta tinggal mengambil sesuai dengan passion masing-masing. ”Eskalasi Start Up ini event yang luar biasa, namun demikian setiap tenant harus tetap berjuang untuk bisa bangkit dalam berusaha demi meraih suksesnya,” ujarnya. (Doni Rohmanto – Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo)

Wabup Dorong LPKS Bermutu Unggul
Berita
admin 09 Dec 2021
6

Wabup Dorong LPKS Bermutu Unggul

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Wonosobo menggelar pembinaan bagi lembaga pelatihan kerja swasta (LPKS) dan balai latihan kerja (BLK), Kamis (2/12/2021). Diikuti sedikitnya 24 Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, pembinaan yang digelar di Aula Dinas Nakertrans tersebut direncanakan berlangsung selama 3 hari dan ditujukan untuk  meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), mengembangkan kompetensi dan produktivitas, kerja, serta disiplin yang berkualitas.Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar, dalam sambutan pembukaannya, berpesan kepada para peserta untuk senantiasa bersungguh-sungguh dalam meningkatkan mutu kerja terbaik dan performa lembaga, sehingga mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan mumpuni. “Era revolusi industri 4.0 menuntut kesiapan kompetensi dalam akses teknologi dan informasi, sehingga Kepala Disnakertrans perlu terus membimbing dan membina LPKS yang ada di Wonosobo ini,” kata Albar. Kesiapan e-marketing disebut mantan wakil Ketua DPRD itu menjadi kompetensi lain yang mesti dimiliki demi menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini. LPKS dan BLK Komunitas, menurut Albar harus lebih termotivasi, mengingat sektor masih banyak potensi di Kabupaten Wonosobo yang bisa dikembangkan. “Kita ketahui bersama bahwa wonosobo memiliki potensi lokal yang besar namun minim sumber daya manusia yang kompeten di bidang itu,”tandas Albar.Selaras dengan Wabup, Andi Setiawan salah satu peserta pembinaan dari LPKS Binus mengapresiasi penuh adanya inisiatif pemerintah untuk lebih aktif membantu lembaga swasta berkembang. Andi mengaku baru pertama kalinya mendapatkan ilmu dan pengalaman digital marketing yang berharga, dan berharap agar ke depan dapat mengeksplorasi platform itu melalui media sosial dan dapat bersatu dengan BLK. “Saya tertarik dengan digital marketing dan berharap semoga saya benar-benar mampu menguasai programnya,” ungkap Andi.Kepala Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Kabupaten Wonosobo, Yuni menambahkan, di era digitalisasi LPKS harus memiliki standar akreditasi yang unggul. Menurut Yuni, adanya pembinaan digital marketing ini dapat memperbaiki sistem kelembagaan yang lebih terorganisasi. “Saya minta LPKS dilibatkan dalam kegiatan pembinaan yang lain, untuk peserta didik silakan memilih lembaga pelatihan baik LPKS atau pun BLK sesuai dengan keinginan karena visi dan mutunya sama,” pungkasnya. (Doni – Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo)